Setiap sore, mereka setia menenaniku menyiram tanaman. Aku yang kurang bergaul pun jadi lebih senang duduk nikmati sore disini meski kadang kalau ada orang lain sedang di atap saya memilih untuk menunda.
Daun pepaya ini baru ditanam sebulan yang lalu tapi sudah bisa dipanen. Senangsih, tapi masih mikir mau dimasak gimana.
Melihat biji-biji terong sudah tumbuh gini juga membuat keinginan mencoba tanaman lain menjadi semakin membara. Semoga saja ini bukan keinginan impulsif seperti biasanya.
Efek lagi senang mencoba tanaman akhirnya sisa dapurpun ditanam seperti biji cabe, tinat dan bawang. Lama kelamaan sepertinya saya akan pindah jurusan.
Sebelumnya, ada penghuni kos yang memang rajin menanam, tapi dia menanam tanaman buah-buahan pohon besar ya. Saya tidak sesabar dia menunggu hal seperti itu. Tapiberkat dia, saya jadi bisa liatin biji yang mulai tumbuh.
Akhirnya gudang penyimpanan barang kos pun jadi tempat benih tanaman kusimpan semoga mereka bisa tumbuh subur semua.
Tapi, efek mencari tempat untuk menyemai biji karena tidak punya pot semai maka bongkar lemari nemu banyak loakan plastik makanan yang saya simpan dan saya menyadari jiwa pengepulku tinggi sekali. Meski senang akhirnya terpakai. Tapijadi kepikiran ternyata kamarku dipenuhi sampah. Terima kasih kucing sudah menemani.
Yang jelas trima kasih Mama sudah memaksa saya untuk belajar berkebun. Ternyatasaya suka. Katanya dari pada pelihara hamster, tiap ada yang mati jadi sedih terus dikmaar jadi bau. Okay
Tidak ada komentar:
Posting Komentar