agnesss-ok

Selamat Datang

Duniaku

Aku dan diriku

Jumat, 02 Juni 2017

Sepenggal Cerita dari Pontianak

Akhirnya, anak pulau Sulawesi yang telah lama tinggal di pulau Jawa berhasil menginjakkan kaki di pulau Kalimantan. Karena Indonesia adalah kepulauan, maka semoga semua pulau-pulau di Indonesia berhasil ku kunjungi suatu saat nanti. Karena semua dimulai dari mimpi, diusahakan dengan tekad dan niat yang kuat, dan mungkin harus sedikit nekat.
Lalu, apa yang aku lakukan hingga harus ke Pontianak?
Terima kasih dan selamat teruntuk kakak kandung keduaku yang tercinta, karena dirinya mendapatkan jodoh dari Pontianak yang menyebabkan adiknya berkunjung ke Kalimantan. Yeay...
Dan pada akhirnya, hari pernikahan sang kakak yang mendasari tujuan dari kunjungan ke Kalimantan tersebut hanyalah berlangsung 2 hari, selebihnya kami menikmati Kota Pontianak. Dan seminggu lebih di sana tidak terasa dan bahkan masih banyak tempat yang belum dikunjungi.
Namun, hotel tempat menginap yang juga menjadi tempat resepsi pernikahan ternyata bersampingan dengan alun-alun kota dan berhadapan dengan kantor walikota sehingga menyebabkan kami tak perlu jauh mencari hiburan. Ya, kenyataannya hotel tersebut dilalui sungai Kapuas dan dari alun-alun kita bisa menyewa kapal untuk mengelilingi sungai Kapuas yang romantis dimalam hari. Beruntungnya kami adalah, sehari selepas acara resepsi pernikahan sang Kakak tercinta, di depan kantor Walikota diadakan festival budaya dari panguyuban Jawa dan ada festival lomba sampan di alun-alun. Nikmat mana yang mau didustakan kalau sudah begitu.
Dari pagi sampai siang kami sibuk berteriak ikut memberi semangat untuk para peserta lomba sampan. Dan dari anjungan hotel tersebut kita bisa menonton lebih dekat dari pada orang di alun-alun.  Bahagia? tentu saja. Kenal? tidak sih. Akan tetapi, kami sekeluarga sibuk memilih jagoan masing-masing. Dan sedihnya sampan jagoanku tiba-tiba tenggelam. Lucu tapi kasihan. Kasihan tapi lucu. Pada akhirnya tim dari Kakak saya yang menang.
Puas menghabiskan suara untuk lomba sampan kami pun ke depan walikota menonton Reog Ponorogo. Acara dari panguyuban ini terbilang niat karena semua penari lengkap dan menari dari siang sampai malam. Ketika sudah pada banyak yang kerasukan, saya kabur dan tidak berani menonton.Kalik aja, rohnya salah masuk terus saya ikutan nari kan tidak lucu.
Puas dengan tontonan 24 jam dari sekitaran hotel, keesokan harinya kami baru ke tempat-tempat wisata lainnya. Seperti tugu khatulistiwa yang konon di sana kita bisa tidak melihat bayangan kita pada jam 12 siang. Tapi karena kita ke sana  kesorean ya bayang-bayang kami masih setia membayangi.
Intinya untuk berwisata memang perlu persiapan yang matang saudara.
Sekian dulu dari saya mengenai Pontianak, mungkin dilain waktu akan saya lanjutkan. Terima kasih semua.

Sekedar informasi, hotel tempat menginap kami saat berada di Pontianak adalah Hotel Kartika.
Dan perlu diketahui, transportasi umum dikota ini susah jadi tidak ada angkutan umum, ada pun untuk angkutan pasar di pagi hari dan itu jarang, taxi tidak ada, ada sejenis PonCar dipesan melalui telepon harga sudah ada satuan harganya, Tripy pesan online dan gojek sudah ada tapi driver masih sangat amat kurang. Sebaiknya sewa mobil saja.

^^


Tidak ada komentar: